.:MARI SUKSESKAN VISIT JATENG 2013:.

Selasa, 10 April 2012

Solo, The Spirit of Java : 6 - 7 April 2012

Seperti janji saya sebelumnya, akan memberikan review touring setelah saya pulang dari Solo. Mungkin posting saya ini terlambat, karena sepulang dari Solo pekerjaan datang silih berganti hingga saya lupa punyai janji untuk mengupas atraksi malam hari di Kota Solo.


Perjalanan mulai pada tanggal 6 April 2012. Setelah menunaikan sholat subuh berjamaah dengan istri, saya pun mulai memanasi si CrimsonWolf sambil sarapan bareng istri. Setelah sarapan selesai, saya mandi dan bersiap untuk touring dipagi hari. Perlengkapan sudah disiapkan di malam sebelumnya, ransel untuk barang bawan istri dan tankbag untuk barang-barang saya. Tak lupa boot dan legs protector beserta sarung tangan, helm dan jaket touring.

Tak lama kemudian saya sudah meninggalkan rumah dan menuju ke Solo, tetapi sebelumnya istri ingin mampir ke Indomaret untuk beli permen karet (cemilan awet selama di jalan :P ), dan saya membeli Marlboro Light untuk persedian di Solo. 

Next...perjalanan ke Solo via jalan tembus Sigarbencah, Tembalang - area kampus Polines dan akhirnya sampai ke Jalan Setia Budi. Well, TR saya persingkat...sampailah saya di jalur Banaran menuju Tuntang. Perjalanan lancar, karena saya berangkat pagi-pagi. Diperjalanan sempat beradu nyali dengan CBR 250 yang 'kesusahan' membuka  jalan (karena di depan ada truck trailer yang memenuhi jalan). Saya pun berusaha untuk 'membantu' si rider membuka jalan; dan akhirnya berhasil... Sang rider CBR 250 pun mneyalip saya dan mengacungkan ibu jari ke atas tanda terima kasih.

Setelah melintas Kota Salatiga, arah ke Ampel - Boyolali; istri saya mengeluh sudah capek, karena emang beban berat di ransel yang membuat punggung terasa kaku. Kami berhenti di rumah makan Tegal (bukan warung tegal) untuk sekedar melepas lelah. 

Tak lama kemudian saya memacu kembali si CrimsonWolf; sempat jalan beberapa kilometer, dibelakang saya terdengar sirene Patwal. Tak terduga...rombongan Biker Boyz melintas dari Semarang ke Solo..saya pun tidak bisa apa-apa kecuali hanya minggir dan memberikan jalan kepada rombongan untuk melintas. Segerombolan Harley Davidson dan CBR 1000RR Fireblade melintas di samping saya dengan kecepatan tinggi... Minder juga saya ketemu beginian T.T

Singkat cerita saya sudah sampai di Kota Solo, sebelumnya di Kartasura kami berdua juga bertemu dengan bro Helmi dari Pulsar Surabaya beserta rombongan brothers dari Pulsar Kediri yang ingin ngaspal ke Dieng. 
Tujuan pertama setelah saya sampai di Solo adalah mencari keberadaan Lampion Hotel yang merupakan Hotel baru di Solo. Terletak di Jalan Dr. Rajiman. setelah ketemu hotel yang dimaksud, saya dan istri melanjutkan untuk jeng-jeng muter-muter kota Solo sekalian cari Masjid untuk jumatan, karena hari itu hari Jumat. 

Narsis dulu setelah jumatan :P

CrimsonWolf yang setia mengantar kami
Skip...setelah melaksanakan solat Jumat di masjid yang ada di sekitaran daerah Tegalsari, kami pun melanjutkan untuk mencari rumah makan, perut udah keroncongan dan si istri pun mengeluh lelah ingin merasakan minuman dingin. Meluncurlah kami ke arah Solo Paragon, di daerah Solo Paragon ada HokBen yang menjadi favorit istri tercinta. Makanlah kami disitu sambil istirahat sejenak. Setelah puas kami menuju Lampion Hotel untuk check-in. Sebagai catatan saja, selama di Solo saya berhubungan baik dengan ketua Megapro Solo, karena beliau sahabat saya semenjak di SMP waktu di Semarang.

Narsis algi di HokBen :P

Penampakan Lampion Hotel Solo
Jalan Dr. Rajiman


Sore pun tiba, istri ingin sekali belanja batik di Pusat Grosir Solo yang terletak tidak jauh dari hotel. Langit mendung mengiring perjalanan saya ke PGS dengan harapan istri bisa mendapatkan batik yang diinginkan. Sekitar pukul 4 sore kami sudah selesai berbelanja, dan niatnya ingin mampir ke pondok pesantren Al Muayyad yang terletak tidak jauh dari hotel untuk menengok adik saya yang nyantri di situ. Niat tidak kesampaian, kota Solo di guyur hujan deras yang membuat kami tertahan di PGS hingga petang. Setelah hujan reda kami kembali ke Hotel dengan harapan lepas maghrib nanti bisa keluar dan janjian ketemu dengan kawan lama saya dan bro-bro Community Of PRIDES Solo (COPS).

Janji sudah kami buat dengan bro Patrick, sahabat saya yang juga ketua Megapro Solo. Lepas maghrib bro Patrick menyambangi kami yang sudah menunggu di lobby hotel. Tak lama kemudian, setelah berbincang, kami mulai dari Solo Grand Mall, memanjakan istri jogging malam T.T

Puas di SGM, niat kami adalah makan di Galabo; sekali lagi niat ga kesampaian. Galabo malam itu terlihat ramai sekali, dan tempat parkir pun sudah terlihat berdesakan. Bro Patrick berinisiatif untuk mengajak kami ke tempat lain di sekitaran Manahan. Pondok Jawi, rumah makan khas Solo yang berornamen Jawa banget dengan menu makanan ga jauh-jauh dari penyet dengan sambal super pedasnya telah menunggu. Kami memutuskan untuk memesan beberapa menu, diantaranya nasi bakar dengan lauk kakap, ayam dan stik tahu. Hmm...ternyata rumah makan ini menyediakan menu yang luar biasa enaknya, ditambah dengan minuman khas Jawa Tengah yang berhasil membuat saya ingin kembali kesana.

Beginilah susana Pondok Jawi, Manahan Solo


Bersama bro Patrick : Sahabat saya waktu SMP
sekaligus ketua Megapro Solo

Singkat cerita, setelah makan malam, kami memutuskan untuk menemui bro-bro dari COPS yang kopdar di sebuah tempat nongkrong di Manahan, CAFEDANGAN. Ternyata niat baik saya tidak terlaksana lagi T.T
Bro-bro COPS tidak ada yang muncul satu orang pun, mungkin karena merasa kasian dengan istri saya, bro Patrick mengajak kami untuk nongkrong bersama komunitasnya yang nongkrong di Jalan Slamet Riyadi. Well...perjalanan ke Solo yang sudah dirancang sedemikian rupa menjadi kurang.

Akhirnya kami hanya nongkrong di angkringan dan menikmati kota Solo di malam hari. 

Paginya setelah sarapan, saya beserta istri langsung kembali ke Semarang, karena sore harinya ada acara keluarga.

Begitulah, perjalanan saya dari Semarang ke Solo dan kembali ke Semarang lagi. 

Mudah-mudahan diberi kesempatan lagi untuk menyambangi kota seribu budaya ini. Nantikan perjalan saya bersama istri berkeliling nusantara.


MARI SUKSESKAN VISIT JATENG 2013 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar